KUBANG RAYA, RIAU – Pondok Pesantren Assajadah Kubang Raya menjadi tuan rumah pertemuan rutin pondok pesantren di Aula As-Sajadah, Kubang Raya, Minggu (25/10/2026). Pertemuan ini membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) siswa dan guru serta peluang kemandirian ekonomi pesantren melalui agribisnis kelapa sawit.
Kegiatan dihadiri para pengurus pondok pesantren dari berbagai daerah di Riau serta tamu undangan. Ust. Afdal selaku tuan rumah menyambut para peserta. Acara dibuka oleh Yayasan Sinergi Mandiri Indonesia dan dilanjutkan sambutan dari Yayasan Assajadah Kubang Raya.
Empat narasumber hadir dalam kegiatan ini. Dr. Jahrizal, S.E., M.T. dari Universitas Riau memaparkan pemberdayaan SDM siswa dan guru. Ir. Ghozali bersama Rocky P. Batubara membahas modernisasi agribisnis kelapa sawit. Dr. Nicholas, S.E., M.M. dari IBT Pelita Indonesia menjelaskan skema kemitraan bisnis pembibitan sawit.
Dalam paparannya, Dr. Jahrizal menegaskan bahwa kemandirian ekonomi pesantren harus ditopang SDM yang terampil, adaptif, dan berjiwa wirausaha, baik di kalangan siswa maupun guru. “Pesantren tidak akan mandiri secara ekonomi kalau gurunya belum diberdayakan dan santrinya belum dibekali keterampilan. SDM adalah modal pertama sebelum kita bicara soal usaha apa pun,” ujarnya.
Pada sesi berikutnya, Ir. Ghozali bersama Rocky P. Batubara menyampaikan pentingnya modernisasi agribisnis kelapa sawit melalui praktik budidaya yang lebih efisien dan berbasis teknologi agar hasil kebun optimal dan berkelanjutan. Menurut keduanya, pesantren dapat mengambil peran dalam sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi Riau ini.
Dr. Nicholas kemudian memaparkan skema kemitraan bisnis pembibitan sawit yang dapat menjadi sumber pendapatan produktif bagi pesantren sekaligus sarana praktik bagi santri. Selain itu, Dr. Jahrizal juga menyampaikan agenda pondok pesantren ke depan.

Sesi diskusi bersama panelis berlangsung interaktif. Para pengurus pesantren mengajukan pertanyaan seputar teknis kemitraan, kesiapan lahan dan SDM, serta pengembangan usaha di lingkungan pesantren. Setelah jeda sholat Ashar, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan penyampaian tindak lanjut, lalu ditutup sekitar pukul 16.00 WIB.
Ust. Afdal berharap pertemuan rutin ini tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi melahirkan kolaborasi nyata antarpesantren dan mitra dalam membangun kemandirian ekonomi umat.