Jurusan Manajemen FEB Universitas Riau Gelar Workshop Tips dan Trik Lulus Hibah Penelitian

Penulis: A. Muslihin | 16 October 2026, 18:02 WIB 76x dibaca
Jurusan Manajemen FEB Universitas Riau Gelar Workshop Tips dan Trik Lulus Hibah Penelitian
Foto Bersama Kegiatan Workshop Tips dan Trik Lulus Hibah Penelitian

PEKANBARU – Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau menyelenggarakan Workshop Tips dan Trik Lulus Hibah Penelitian pada Kamis (15/10/2026) di Ruang Workshop SW 1.1. Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya riset sekaligus meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun proposal penelitian yang berkualitas dan kompetitif.

Workshop dibuka oleh Ketua Jurusan Manajemen FEB Universitas Riau, Dr. Andewi Rokhmawati, S.E., M.Si., M.Ed., dan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Arumega Zarefar, S.E., M.Ak., Ak., CA., ACPA., CTA., serta Dr. Jahrizal, M.T. Kedua narasumber membagikan pengetahuan dan pengalaman mengenai penyusunan proposal, pemilihan skema hibah, serta evaluasi kelemahan usulan penelitian.

Dalam pemaparannya, Dr. Arumega Zarefar menekankan bahwa kekuatan proposal penelitian tidak cukup bertumpu pada topik yang menarik. Setiap bagian proposal perlu membentuk argumentasi ilmiah yang utuh, mulai dari perumusan masalah, identifikasi kesenjangan penelitian (research gap), penjelasan kebaruan (novelty), penetapan tujuan, pemilihan metode, hingga perencanaan luaran.

Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan antara rekam jejak peneliti dan usulan penelitian yang diajukan. Pengembangan penelitian perlu menunjukkan kontribusi yang substantif, baik dari sisi konstruk, konteks, maupun pengembangan ilmu, bukan sekadar mengganti variabel atau objek penelitian. Ketersediaan data, kelayakan metode, kesesuaian anggaran, dan target luaran yang realistis turut menjadi pertimbangan dalam membangun proposal yang meyakinkan.

Melengkapi pembahasan tersebut, Dr. Jahrizal mengulas berbagai faktor yang menyebabkan proposal tidak lolos seleksi atau belum memperoleh pendanaan. Ia menjelaskan bahwa peneliti perlu memahami aspek administrasi, substansi, dan pendanaan agar dapat mengidentifikasi kelemahan proposal serta menentukan perbaikan yang tepat.

Salah satu pesan yang ditekankannya adalah “Jangan salah kamar.” Ungkapan ini menjadi pengingat agar dosen cermat memilih skema hibah yang sesuai dengan karakteristik dan tujuan penelitian. Kesesuaian tersebut mencakup persyaratan pengusul, fokus penelitian, metode, target luaran, durasi pelaksanaan, serta ketentuan anggaran.

Dari sisi substansi, Dr. Jahrizal menekankan pentingnya tinjauan pustaka yang disusun sebagai sintesis kritis, bukan sekadar kumpulan kutipan. Tinjauan pustaka perlu memperlihatkan perkembangan pengetahuan, keterbatasan penelitian terdahulu, dan posisi kontribusi penelitian yang diusulkan. Proposal juga harus menunjukkan hubungan yang logis antara masalah, metode, data, indikator keberhasilan, dan luaran, disertai argumentasi yang mendukung klaim kebaruan maupun dampak penelitian.

Paparan kedua narasumber mempertegas bahwa peluang memperoleh hibah perlu dibangun melalui perpaduan gagasan yang relevan, argumentasi ilmiah yang kuat, ketepatan rancangan metodologis, serta kelayakan pelaksanaan. Kelengkapan administrasi dan kesesuaian dengan ketentuan skema hibah juga perlu diperiksa sebelum proposal diajukan.

Sejalan dengan pesan tersebut, Koordinator Program Studi S1 Manajemen FEB Universitas Riau, Dr. Rika Promalessy, S.E., M.Si., menekankan pentingnya menerapkan pengetahuan dari workshop dalam penyusunan proposal. Ia mendorong dosen untuk membangun kolaborasi sesuai bidang keahlian, mengembangkan peta jalan penelitian yang berkelanjutan, serta melibatkan mahasiswa dalam kegiatan riset sebagai bagian dari penguatan pembelajaran.

“Semangat mengikuti workshop ini diharapkan berlanjut menjadi langkah nyata dalam menyiapkan proposal yang berkualitas. Penelitian yang kita kembangkan juga perlu memperkaya materi pembelajaran dan menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk persoalan manajemen dan pengembangan UMKM. Dengan demikian, peningkatan kapasitas riset dosen dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan di Program Studi S1 Manajemen,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, Jurusan Manajemen FEB Universitas Riau berharap dosen semakin siap mengajukan proposal yang kompetitif dan mengembangkan riset secara berkelanjutan. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas luaran penelitian, sekaligus memperluas kontribusinya bagi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kebutuhan masyarakat.