Akademisi dan Pelaku Usaha Kunjungi BUMDes Sinergi Sidowayah, Pelajari Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

Penulis: Azrul Muslihin | 10 September 2026, 22:55 WIB 126x dibaca
Akademisi dan Pelaku Usaha Kunjungi BUMDes Sinergi Sidowayah, Pelajari Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

SIDOWAYAH, JAWA TENGAH — Potensi desa dapat menjadi kekuatan ekonomi yang besar ketika dikelola secara kreatif, terintegrasi, dan melibatkan masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu pembelajaran dalam kunjungan akademisi dan pelaku usaha dari berbagai latar belakang ke BUMDes Sinergi Sidowayah, Jawa Tengah, pada 10 September 2026.

Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi dari Universitas Riau (UNRI), Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia, serta Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Dari Universitas Riau hadir Dr. Jahrizal, S.E., M.T., sementara dari Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia hadir Dr. Nicholas Renaldo, S.E., M.M. dan Dr. Wilda Susanti, S.Kom., M.Kom. Turut hadir Nughthoh Arfawi Kurdhi sebagai perwakilan salah satu tim riset Universitas Sebelas Maret, serta Azrul Muslihin, S.E., mahasiswa Universitas Riau, dan Jefry Apriandi, salah satu pelaku usaha perhotelan di Riau.

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung bagaimana BUMDes Sinergi Sidowayah mengembangkan potensi yang tersedia di lingkungan desa menjadi kegiatan ekonomi yang produktif. BUMDes Sinergi Sidowayah merupakan salah satu contoh BUMDes yang berkembang dengan mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus mengintegrasikan berbagai kegiatan usaha untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Salah satu potensi unggulan yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah Umbul Kemanten, kawasan pemandian alami yang memanfaatkan sumber mata air secara langsung. Keberadaan mata air tersebut tidak hanya dipertahankan sebagai kekayaan alam, tetapi juga dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi bagian dari aktivitas usaha masyarakat.

Pengelolaan Umbul Kemanten menjadi semakin menarik karena tidak berdiri sebagai unit usaha yang terpisah. Potensi wisata tersebut terintegrasi dengan berbagai kegiatan usaha lainnya sehingga menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling mendukung. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana satu potensi lokal dapat menjadi penggerak bagi berkembangnya berbagai aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Di sisi lain, manfaat pengembangan usaha juga diarahkan kepada masyarakat sekitar. Keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi menjadi bagian penting dalam pengelolaan potensi desa, sehingga keberadaan BUMDes tidak hanya berorientasi pada pengembangan kelembagaan dan pendapatan usaha, tetapi juga pada terciptanya peluang ekonomi serta peningkatan manfaat bagi warga.

Bagi para akademisi, praktik yang diterapkan BUMDes Sinergi Sidowayah memberikan gambaran nyata mengenai penerapan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Kunjungan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran mengenai tata kelola BUMDes, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, integrasi unit usaha, pemanfaatan sumber daya alam, serta strategi menciptakan nilai tambah dari potensi yang dimiliki desa.

Kehadiran pelaku usaha dalam kunjungan tersebut juga memberikan perspektif berbeda mengenai bagaimana praktik pengelolaan potensi lokal dapat dikaitkan dengan dunia usaha. Pertemuan antara akademisi, mahasiswa, dan pelaku usaha membuka ruang pertukaran pengalaman sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat.

Kunjungan pada 10 September 2026 ini pada akhirnya tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung praktik pembangunan ekonomi yang tumbuh dari potensi desa. BUMDes Sinergi Sidowayah memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi desa dapat dibangun dari sumber daya yang telah tersedia, selama dikelola dengan tata kelola yang baik, dikembangkan secara terintegrasi, dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut tumbuh di dalamnya.