Peneliti Universitas Riau Kembangkan Timbangan Kambing Berbasis IoT, Dorong Transparansi Layanan Aqiqah dan Qurban

Penulis: A. Muslihin | 23 October 2026, 11:15 WIB 33x dibaca
Peneliti Universitas Riau Kembangkan Timbangan Kambing Berbasis IoT, Dorong Transparansi Layanan Aqiqah dan Qurban

Pekanbaru, 23 Oktober 2026 — Peneliti Universitas Riau, Jahrizal, mengembangkan inovasi teknologi timbangan kambing berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan masjid. Penelitian berjudul “Inovasi Teknologi Timbangan Kambing Berbasis IoT Terintegrasi BUMDesa dan Masjid untuk Monitoring Kesehatan dan Transparansi Layanan Aqiqah dan Qurban” ini diarahkan untuk mendukung digitalisasi pengelolaan peternakan serta mempermudah masyarakat memperoleh layanan aqiqah dan qurban yang transparan dan akuntabel.

Penelitian ini melibatkan BUMDes Maju Jaya, Kabupaten Kampar, sebagai mitra. Kolaborasi perguruan tinggi dan kelembagaan ekonomi desa tersebut diharapkan dapat menghubungkan pengembangan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam pengelolaan informasi ternak, pemasaran kambing, dan pelayanan kepada jamaah masjid.

Inovasi ini berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai bobot, harga, ketersediaan, dan kondisi kambing sebelum melakukan pembelian untuk aqiqah maupun qurban. Informasi yang terukur dan terdokumentasi menjadi penting agar masyarakat dapat menentukan pilihan secara lebih tepat dan memperoleh kepastian dalam transaksi.

Digitalisasi Penimbangan untuk Mendukung Transparansi

Melalui penelitian ini, Jahrizal mengembangkan pendekatan penimbangan ternak berbasis IoT yang dirancang untuk mengintegrasikan proses pengukuran bobot dengan pencatatan data digital. Teknologi tersebut dapat memanfaatkan sensor berat (load cell), mikrokontroler, dan konektivitas internet untuk mengukur bobot kambing serta mengirimkan hasil pengukuran ke sistem pencatatan.

Dengan pencatatan digital, informasi bobot ternak berpotensi lebih mudah disimpan, ditelusuri, dan digunakan sebagai dasar pengelolaan data. Data penimbangan secara berkala juga dapat membantu peternak memantau pertumbuhan kambing dan mengevaluasi pengelolaan pemeliharaan.

Pengembangan ini diharapkan menjadi langkah menuju pengelolaan peternakan yang lebih modern, dengan memanfaatkan data sebagai pendukung pengambilan keputusan. Meski demikian, penimbangan bukan satu-satunya indikator kesehatan ternak. Pemeriksaan fisik dan kesehatan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi hewan.

BUMDes Maju Jaya dan Masjid sebagai Penghubung Layanan Masyarakat

Keterlibatan BUMDes Maju Jaya menjadi bagian penting dalam upaya mengembangkan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi desa. BUMDes berpotensi membantu pengelolaan informasi ketersediaan kambing, pencatatan bobot, pemasaran ternak, serta dokumentasi transaksi.

Di sisi lain, masjid dapat berperan sebagai penghubung pelayanan bagi jamaah yang membutuhkan kambing untuk aqiqah dan qurban. Melalui koordinasi peternak, BUMDes, dan pengurus masjid, masyarakat diharapkan memperoleh akses informasi yang lebih mudah dan proses pemesanan yang lebih terorganisasi.

Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan perangkat teknologi, tetapi juga pada penguatan tata kelola pelayanan. Integrasi informasi yang baik dapat membantu mengurangi ketidakjelasan mengenai bobot ternak dan mendukung dokumentasi transaksi yang lebih tertib.

Kebutuhan Jamaah Menjadi Perhatian dalam Pengembangan Inovasi

Dari perspektif pelayanan masyarakat, jamaah membutuhkan informasi yang dapat dipercaya sebelum menentukan pilihan kambing. Bobot, harga, ketersediaan, dan kondisi hewan merupakan beberapa aspek yang perlu diketahui agar keputusan pembelian dapat dilakukan dengan lebih baik.

Kebutuhan tersebut menjadi dasar penting dalam merancang sistem yang mudah digunakan oleh peternak, pengelola BUMDes, dan pengurus masjid. Teknologi yang dikembangkan diharapkan tidak menambah kerumitan proses pelayanan, melainkan membantu pengguna memperoleh dan mengelola informasi secara lebih praktis.

Penggalian kebutuhan melalui komunikasi dengan pengelola BUMDes, peternak, dan jamaah juga penting untuk memastikan sistem sesuai dengan kondisi lapangan. Masukan dari para pengguna dapat menjadi dasar penyempurnaan fitur, mekanisme pencatatan, serta model pelayanan yang akan diterapkan.

Mendukung Pemilihan Ternak untuk Aqiqah dan Qurban

Informasi bobot kambing yang terdokumentasi dapat membantu masyarakat membandingkan ternak sesuai kebutuhan dan anggaran. Dalam layanan aqiqah dan qurban, keterbukaan informasi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan antara penyedia ternak dan masyarakat.

Namun, pemilihan hewan qurban tidak cukup hanya berdasarkan bobot. Hewan tetap harus memenuhi persyaratan syariat, termasuk ketentuan umur dan kondisi fisiknya. Karena itu, sistem timbangan digital berfungsi sebagai alat pendukung informasi, bukan pengganti pemeriksaan kesehatan maupun penilaian kelayakan hewan.

Dengan pendekatan tersebut, inovasi ini berpotensi mendukung layanan aqiqah dan qurban yang lebih tertata, sekaligus memberikan manfaat bagi peternak dalam memasarkan ternak dan mengelola data usaha.

Mendorong Hilirisasi Riset dan Penguatan Ekonomi Desa

Penelitian Universitas Riau bersama BUMDes Maju Jaya, Kampar, memperlihatkan peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelembagaan ekonomi desa dalam mengembangkan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pengembangan selanjutnya perlu memperhatikan pengujian akurasi timbangan, keandalan pengiriman data, kemudahan penggunaan, serta kesiapan kelembagaan dalam mengoperasikan dan memelihara sistem. Evaluasi tersebut penting agar teknologi yang dikembangkan tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi memiliki peluang untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Melalui inovasi timbangan kambing berbasis IoT, riset ini diharapkan dapat berkontribusi pada digitalisasi sektor peternakan, peningkatan transparansi layanan aqiqah dan qurban, serta penguatan sinergi antara perguruan tinggi, BUMDes, peternak, dan masjid.

Pada akhirnya, keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi dalam mengukur bobot ternak, tetapi juga oleh manfaat yang dirasakan pengguna, kemudahan akses informasi bagi jamaah, dan keberlanjutan penerapannya dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

Tentang penelitian

Penelitian ini diusulkan oleh Universitas Riau dengan BUMDes Maju Jaya, Kabupaten Kampar, sebagai mitra. Informasi mengenai skema pendanaan, tahun pelaksanaan, status pengembangan prototipe, hasil pengujian, dan capaian penerapan perlu mengacu pada dokumen serta bukti resmi kegiatan penelitian.